Rektor IPB, Arif Satria : Menteri Amran, Paling Berani Lawan Mafia Pangan !

0
49

Rektor IPB, Arif Satria (berbatik) mengapresiasi setiap langkah yang dilakukan Kementerian Pertanian dibawah pimpinan Menteri Amran Sulaiman | Sumber Foto:HUMAS KEMENTAN

 

Institut Pertanian Bogor selalu mendukung kebijakan dan program Kementerian Pertanian untuk mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor — Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria memberikan apresiasi terhadap upaya dan program prioritas Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam pemberantasan mafia pangan untuk mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.

“Pak Menteri Amran ini, saya yakini (adalah) menteri yang paling berani yang paling berani melawan mafia pangan.  Dulu dua bulan sebelum diumumkan yang siapa bakal menjadi Menteri Pertanian, saya termasuk yang prediksi Pak Amran yang jadi menterinya,” ungkap Rektor Institut Pertanian Bogor, Arif Satria pada Seminar Nasional Ketahanan Pangan dan Launching IPB SDGs Network yang diselenggarakan IPB bersama Forum Rektor Indonesia di Kampus IPB, Kamis (24/1).

Hadir pada kegiatan tersebut Mentan Andi Amran Sulaiman, Rektor Universitas Hasanuddin, Rektor Universitas Padjajaran, Rektor Universitas Bengkulu, Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Rektor Universitas Majalengka, Rektor Universitas Juanda, Rektor Universitas Pakuan, (Mantan) Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Koordinator IPB SDGs Network, Bayu Krisnamurthi, Ketua Umum Himpunan Alumni IPB, dan para pejabat lingkup IPB.

Lebih lanjut Arif Satria menjelaskan, menyikapi isu-isu strategis dalam mewujudkan kedaulatan pangan, saat ini IPB ini sedang membangun sistem tentang revolusi industri 4.0, yaitu Agromaritim 4.0 guna menjawab kebutuhan pangan saat ini dan yang akan datang.

“Revolusi industri 4.0 sudah menjadi sebuah keniscayaan, mau tidak mau, suka tidak suka harus dilakukan. Sekarang eranya jadi premium menjadi freemium, jadi semuanya dengan kemajuan teknologi menjadi cepat dan murah,” jelasnya.

Penekanan revolusi industri 4.0 di bidang pertanian yakni teknologi dan inovasi pertanian yang harus serba tepat, seperti pemupukan, menggunakan alat-alat yang cerdas, penggunaan bibit unggul dan menciptakan agro logistik.

Dulu orang berpikir bahwa hulu, hilir, produsen, prosesing, kemudian perdagangan melekat ke konsumen. Namun demikian, sekarang sudah menggunakan web sehingga informasi menjadi simetris dan tidak lagi asimetris.

“Jadi, petani bisa mengontrol industri, sehingga tercipta saling mengontrol dan akhirnyan transparan. Sistem ini sedang dikembangkan tentang revolusi industri 4.0, sehingga mafia pangan tidak ada lagi,” ujarnya.

Bahkan, ke depannya tugas Menteri Pertanian akan lebih ringan karena tidak akan berhadapan dengan mafia pangan. “Inilah gambaran bahwa teknologi pertanian sedang dikembangkan,” sambung Arif Satria.

Mendengar gebrakan baru dari IPB, Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang hadir menjadi keynote speaker mengapresiasi langkah dalam menciptakan teknologi baru. Pasalnya hal ini sejalan dengan mimpi Kementan yaitu mentransformasi pertanian tradisional menjadi modern.

Menurutnya, Institut Pertanian Bogor selalu mendukung kebijakan dan program Kementerian Pertanian untuk mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.

Lebih lanjut Amran membeberkan capaian kebijakan pangan selama empat tahun pemerintahan Jokowi-JK. Hal ini di antaranya terlihat dari data BPS, lompatan inflasi pangan di tahun 2014 sebesar 10,57 persen menjadi 1,26 persen di tahun 2017.

“Ini lompatan yang luar biasa, bisa dikatakam terbesar sepanjang sejarah indonesia. Melompati 12 negara besar seperti Jerman dan China dilompati,” bebernya.

Capaian berikut, Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian meningkat 47,2 persen dari Rp 994,8 triliun pada 2013 menjadi Rp 1.463,9 triliun pada 2018. Ini pun merupakan lompatan kinerja pangan yang luar biasa.

“Data PDB pertanian ini sudah divalidasi oleh BPS. Jadi dari dua lompatan ini saja yakni penurunan inflasi dan kenaikan PDB, empat pemerintahan Jokowi-JK menggembirakan. Dan lompatan ini tidak terlepas dari IPB dan perguruan tinggi lainnya. Ini adalah kinerja dari kerja kita bersama. IPB mensupport teknologi baru,” ucap Amran.

Karenanya, Kementerian Pertanian berharap agar IPB bisa terus bergandengan tangan untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan 2045.

Reporter : Nattasya 24 Januari 2019, Tabloid Sinar Tani

Baca juga Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here