Reba Ngada, Tradisi Menghormati Makanan Tradisional Uwi

0
36

 

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Kaum laki-laki Ngada ditugaskan untuk menyuguhkan tuak atau moke lokal untuk menggantikan minuman air setelah makan uwi (ubi) saat ritual Reba Ngada dilaksanakan di Kampung Langa, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Flores, NTT, Selasa (15/1/2019). KOMPAS.com/MARKUS MAKUR

Paskalis menjelaskan, sebelum uwi disantap bersama dalam keluarga khususnya dan masyarakat umumnya, terlebih dahulu dilangsungkan ritual adat untuk menghormati alam semesta dan Sang Pencipta kehidupan dan alam semesta.

“Saya berharap tradisi ini terus dilestarikan dan dipertahankan bagi generasi Ngada di masa yang akan datang. Saat Uwi Reba, orang Ngada yang merantau pulang untuk mengikuti ritual tahunan ini,” katanya.

Mikael Do, Tokoh Kampung Sapawara, Desa Beja, Kecamatan Bajawa menjelaskan, nenek moyang kita berangkat dari daerah asalnya Sina One (China) dalam kelompok. Mereka mengembara dari tempat ke tempat seakan-akan tanpa tujuan yang jelas. Mereka mendaki, lembah dan ngarai mereka lalui seolah-olah tanpa ada rintangan dan halangan.

Sebagaimana kisah lisan, Mikael menjelaskan, mereka mengarungi samudera luas, menantang gelombang dan badai topan hingga mereka tiba di daerah Selo one. Setiap orang tidak dibiarkan berjuang sendirian.

Mereka berjuang bersama-sama dalam kelompok mengatasi alam ganas, terpaan badai yang menantang lika liku pengembaraan mereka, tidak membuyarkan tekad mereka untuk selalu hidup dalam kebersamaan, kerukunan, dan semangat cinta kasih persaudaraan.

Penulis: Kontributor Manggarai, Markus Makur

Editor: I Made Asdhiana

Copyright Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here