Reba Ngada, Tradisi Menghormati Makanan Tradisional Uwi

0
111

Reba Ngada, Tradisi Menghormati Makanan Tradisional Uwi (Bagian IV)

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Seorang tua adat Kampung Langa sedang minum tuak atau mokel lokal pengganti minuman air setelah makan uwi (ubi) saat ritual Reba Ngada dilangsungkan di Kampung Langa, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Flores, NTT, Selasa (15/1/2019). KOMPAS.com/MARKUS MAKUR

Wakil Gubernur NTT Josef Adrianus Nai Soi saat memberikan sambutan, Selasa (15/1/2019) menjelaskan, NTT itu “Nusa Terindah Toleransi” melalui berbagai ritual adat dan budaya. Dari Ngada, dari NTT untuk toleransi Indonesia.

Wagub Nai Soi menjelaskan, jika kita mendengarkan kisah lisan tentang nenek moyang orang Ngada yang berlayar jauh dari Sina One (China) berjuang keras dalam ikatan persaudaraan sejati.

Saat mereka berlayar dengan mengarungi samudera luas dengan terpaan badai yang dashyat, diantara mereka tetap membina rasa toleransi dan saling percaya dalam sebuah kelompok yang kuat sampai tiba di Pelabuhan Lepelapu (kini Aimere).

Sebagaimana dikisahkan secara turun temurun saat ritual Reba bahwa leluhur orang Ngada berasal dari Sina One (China) berlayar ke Jawa, lalu ke Bima. Dari Bima berlayar ke Pulau Sumba dan dari Pulau Sumba berlayar di Pelabuhan Lepelapu dan selanjutnya menyebarluas ke seluruh wilayah pegunungan Kabupaten Ngada.

Kalau kita telusuri sesuai kisah lisan itu bahwa antara warga Pulau Sumba dan Ngada memiliki ikatan emosional. Dan dari segi rumah adat hamper sama dengan motif rumah adat di Pulau Sumba.

Penulis: Kontributor Manggarai, Markus Makur

Editor: I Made Asdhiana

Copyright Kompas.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here