Reba Ngada, Tradisi Menghormati Makanan Tradisional Uwi

0
108

Reba Ngada, Tradisi Menghormati Makanan Tradisional Uwi (Bagian III)

 

 

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef Adrianus Nai Soi makan uwi bercampur nasi dengan wadah wati sebagai pengganti piring pabrik saat ritual Reba Ngada dilangsungkan di Kampung Langa, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Flores, NTT, Selasa (15/1/2019). Wadah wati merupakan warisan leluhur orang Ngada yang ramah lingkungan.KOMPAS.com/MARKUS MAKUR

Sebelum ritual adat dilangsungkan, terlebih dahulu dilakukan perayaan Ekaristi bagi seluruh masyarakat sesuai dengan kepercayaan Iman Katolik.

Belasan imam memimpin perayaan Ekaristi itu yang dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur NTT Josef Adrianus Nai Soi dan Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno dan juga pejabat teras dari lingkungan Pemprov NTT serta Kabupaten Ngada termasuk Plt Bupati Ngada, Paulus Soliwoa serta pimpinan Forkompinda Kabupaten Ngada.

Selesai perayaan Ekaristi, ribuan warga Ngada mempersiapkan diri melaksanakan ritual Uwi Reba. Bagi orang Langa khususnya masyarakat Ngada umumnya bahwa uwi (ubi) sangat sangat mulia, luhur, diagung-agungkan serta bermartabat dalam kehidupan sosial di kawasan itu.

Saat ritual dilaksanakan, uwi sangat dihormati dan dihargai sepenuh hati. Untuk direnungkan bersama bahwa leluhur pertama orang Langa yang mengembara dari negeri China bertahan hidup hanya dengan sepotong uwi (ubi) yang mungkin dibawa dari negeri China.

Dikisahkan secara lisan bahwa saat tiba di Lepelape, sebuah uwi dibagi-bagikan secara merata sebagai bekal hidup dalam perjalanan menyusuri perbukitan dan lembah di wilayah Ngada zaman itu.

Penulis: Kontributor Manggarai, Markus Makur

Editor: I Made Asdhiana

Copyright Kompas.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here