Reba Ngada, Tradisi Menghormati Makanan Tradisional Uwi

0
97

Reba Ngada, Tradisi Menghormati Makanan Tradisional Uwi (Bagian II)

 

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Para istri pejabat dari lingkungan Pemprov NTT dan Kabupaten Ngada makan uwi (ubi) bercampur nasi dengan wadah wati pengganti piring pabrik saat Ritual Reba Ngada dilangsungkan di Kampung Langa, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Flores, NTT, Selasa (15/1/2019).KOMPAS.com/MARKUS MAKUR

Tahun-tahun sebelumnya saat ritual Reba Ngada diadakan selalu berhalangan dengan berbagai liputan di daerah lain di Pulau Flores. Berkali-kali keluarga mengajak untuk mengikuti ritual sakral Reba Ngada, namun tak kunjung terwujud. Kini penasaran sudah terwujud dengan melihat dan merasakan ritual adat masyarakat Ngada tersebut.

Selasa (15/1/2019) sekitar jam 10.30 Wita, saya berangkat dengan bus umum dari Kota Waelengga menuju ke Terminal Watujaji karena saya tak terbiasa mengendarai kendaraan roda dua kalau melakukan peliputan di tempat jauh di Pulau Flores.

Saat memasuki Terminal Watujaji, hujan lebat mengguyur kawasan itu. Saya menyepi di salah kios di sekitar terminal Watujaji. Watujaji memiliki arti tempat itu, nanti dikisah selanjutnya.

Hujan mulai reda, saya mencari motor ojek untuk mengantar saya ke kawasan Langa untuk mengikuti ritual Reba Ngada tahunan tersebut. Akhirnya, motor ojek lewat dan membawa saya ke tempat pelaksanaan ritual Reba Ngada tahunan tersebut.

Setiba di lokasi ritual, ribuan orang Ngada dari berbagai rumah adat atau Sa’o berkumpul dengan memakai kain adat khas Ngada berwarna hitam bercampur benang putih di kain tersebut. Sementara kepala kaum laki-laki dari anak-anak sampai orangtua memakai kain ikat kepada berwarna merah. Benar-benar terasa magis dan sakral di sekitar lokasi acara tersebut.

Penulis: Kontributor Manggarai, Markus Makur

Editor: I Made Asdhiana

Copyright Kompas.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here