Karawang (25/03) – Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi tiba di Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Kamis (25/03) dalam rangka kunjungan kerja Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia. Wamentan datang bersama rombongan yang terdiri dari Staf khusus Wamen dan Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Bambang Pamuji. Kepala BBPOPT Enie Tauruslina menyambut hangat kedatangan Wamen dan rombongan.

Acara kunjungan dibuka oleh sambutan Kepala BBPOPT dengan pemaparan tugas pokok dan fungsi BBPOPT serta kondisi dan fasilitas pelayanan yang ada di Balai. “Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan mempunyai tugas melaksanakan dan mengembangkan peramalan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), serta rujukan proteksi tanaman pangan dan hortikultura seluruh Indonesia,” papar Enie dalam sambutannya.

BBPOPT memiliki fasilitas laboratorium-laboratorium pengujian seperti laboratorium Agens Hayati (AH), Polymerase Chain Reaction (PCR), Fitopatologi, Entomologi, Vapor Heat Treatment (VHT), Trichograma dan Pestisida Nabati. Laboratorium Agens Hayati telah memiliki sertifikat ISO 17025 : 2017 dengan ruang lingkup pengujian Beauveria bassiana sedangkan laboratorium lainnya masih dalam proses pengajuan akreditasi. Fasilitas lain yang dimiliki yaitu green house serta kebun percobaan yang dikembangkan menjadi sistem pertanian modern. Green house terdiri dari 4 unit dengan penggunaan untuk perbanyakan varietas indikasi untuk pengujian OPT, pemeliharaan wereng batang coklat, perbanyakan pakan wereng batang coklat serta pengujian yang dilakukan oleh fungsional POPT maupun mahasiswa. Kebun Percobaan digunakan untuk pengujian ketahanan varietas padi terhadap OPT seperti perlakuan SRI, penggunaan agens hayati dan pestisida nabati, dan perlakuan sistem tanam jajar legowo. Areal ini nantinya akan dibuat model pertanian modern oleh BBPOPT.

Wakil Menteri Pertanian selanjutnya memberikan sambutan terkait target dan harapan terhadap perkembangan sektor pertanian. “Tidak perlu berkecil hati, harapan dapat mendukung ketahanan pangan kita. Untuk menunjang kita harus ekstra ordinary, kita harus memaksakan untuk memastikan kesejahteraan petani, penyuluh, petugas lapangan untuk mengoptinalkan program pemerintah, kita harus optimis bisa,” ujarnya.

Wamen menambahkan, target di tahun 2021, Presiden beserta Kementerian Pertanian berencana untuk menyerap Kredit Usaha Rakyat (KUR) 70 triliun untuk sektor pangan. Banyak hal yang membuat profesi petani yang menjadi profesi pilihan terakhir, pandangan harus dirubah bahwa profesi petani adalah pekerjaan yang menarik. Jika hasil pendapatan menarik dengan sendirinya, maka kaum milenial akan berdatangan untuk bekerja di bidang pertanian. Dibalik pekerjaan yang menarik banyak petani yang menanyakan terkait kesejahteraannya. Dengan kebijakan pemerintah pusat, Wamen mengatakan sudah melakukan kunjungan langsung ke berbagai lahan pertanian.

Dalam kunjungannya, Wamen berkunjung ke laboratorium Agens Hayati (AH). Laboratorium AH merupakan laboratorium yang melakukan pengujian mutu Agens Pengendali Hayati (APH), perbanyakan dan eksplorasi agens hayati. Ikhsan selaku salah satu analis di laboratorium Agens Hayati menjelaskan kepada Wamen bahwa APH digunakan dalam pengendalian OPT di lapangan yang lebih ramah lingkungan dan sesuai prinsip PHT. “Selain itu kami juga melakukan perbanyakan APH untuk didistribusikan ke dinas, BPTPH, LPHP dan kelompok tani di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Setelah kunjungannya di laboratorium AH, Wamen dan rombongan mengunjungi laboratorium Vapor Heat Treatment (VHT). Laboratorium ini melakukan pemeliharaan lalat buah (4 jenis lalat buah) serta pengujian buah untuk persiapan ekspor (kerjasama dengan karantina). Maryono selaku petugas di laboratorium VHT menjelaskan bahwa di laboratorium tersebut biasanya dilakukan perlakuan uap panas untuk penanganan buah pasca panen agar tidak rusak oleh investasi telur lalat buah. “Perlakuan uap panas adalah proses sterilisasi yang sangat ramah lingkungan yang jauh lebih aman daripada penggunaan insektisida dan bahan kimia sintetik lainnya, sehingga buah tidak rusak, serta tidak mengurangi kualitasnya dari segi rasa, kandungan gula, kekerasan daging buah termasuk penampilan warna kulit buah yang tidak berubah” ujar Maryono.

Diakhir kunjungan wamen meninjau ke lokasi Rice Garden yaitu kebun percobaan yang dijadikan sarana pengamatan, percobaan dan penelitian terkait dengan OPT padi dan tanaman pangan lainnya, lokasi ini merupakan bagian dari grand desin proyek pertanian modern yang sedang di garap oleh BBPOPT, selepas itu rombonganpun meninggalkan BBPOPT di iringi hujan yang datang membawa harapan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here