Banyuwangi, 17 Maret 2021, kabar menggembirakan datang dari Banyuwangi, tepatnya desa Grajagan Kecamatan Purwoharjo, petani di daerah tersebut berhasil menyelamatkan sawah mereka dari gagal panen, setelah sebelumnya diberitakan bahwa terjadi ledakan WBC yang  nyaris menyebabkan puso.

Ketika Tim Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) berkunjung ke lapangan, salah satu pemilik sedang melakukan pemanenan, dengan wajah sumringah dia mengungkapkan kebahagiaannya, walaupun hasilnya sedikit menurun namun saya tetap bersyukur karena padi masih bisa dipanen, ujarnya, saya juga mengucapkan terimakasih kepada para petugas pertanian yang telah sigap dan membantu dalam mengatasi serangan Wereng, sehingga serangan tidak berkembang.

Pada saat panen berlangsung  koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) kabupaten Banyuwangi, Basori mengatakan begitu mendengar ada serangan Wereng di desa Grajagan saya berinisiatif mengumpulkan rekan-rekan petugas lapangan, untuk mengadakan gerakan pengendalian (Gerdal),  yang terlaksana pada tgl 26 Februari 2021, berbekal insektisida bantuan dari pemerintah, kami bersama-sama petani melakukan penyemprotan di areal yang terdampak serangan. Basori menambahkan upaya kami tidak berhenti sampai disitu, setelah gerakan pengendalian saya menugaskan petugas khusus untuk mengawal sawah tersebut, hal ini saya tempuh untuk memastikan daerah tersebut aman dan terkendali dari serangan Wereng.

Apa yang dikatakan Basori, dipertegas oleh Chintya seorang POPT yang diberikan tanggung jawab sebagai petugas khusus di daerah tersebut, bagi saya tugas ini begitu berat, mengingat saya baru ditempatkan di Grajagan 2 minggu setelah kejadian, namun hal itu bukan menjadi penghalang langkah saya dalam mengambil tindakan, bersyukur ada pak Hanan yang membantu saya, beliau adalah Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) senior, kami berkomitmen untuk bisa mengatasi  serangan Wereng sampai tuntas, ketika ditanya apa kiat yang dilakukan sehingga sawah petani bisa terselamatkan ? Chintya menjawab, hal pertama yang kami lakukan adalah berkoordinasi dengan petani pemilik dan penggarap, sekaligus memberikan bimbingan teknis terkait penanganan hama Wereng, setelah itu melakukan pengamatan hama di lapangan untuk memastikan tingkat kematian Wereng, apabila masih ada sisa populasi maka kami lakukan gerdal susulan. Menurutnya berdasarkan hasil pengamatan di lapangan selain serangan Wereng ada juga serangan Penyakit Kresek namun intensitasnya rendah.

Ditemui di tempat berbeda Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Purwoharjo, Sunarto menerangkan, bahwa pihaknya aktif untuk menanggulangi serangan Wereng yang mengancam sawah petani, saya tidak tinggal diam jauh sebelum ini saya telah memberikan komando kepada para petugas agar selalu aktif dan menyisir lapangan, walhasil serangan tersebut bisa ditemukan, walaupun saat ditemukan populasi wereng cukup banyak, namun begitu berkat gerak cepat petugas dan kekompakan bersama petani sawah tersebut akhirnya bisa kita selamatkan.

Pada saat tim meninggalkan lapangan panen masih belum selesai, namun berdasarkan hasil yang sudah ada pada titik satu sekitar 0,3 Ha luas sawah yang dipanen memperoleh produktivitas lebih kurang 2,5 ton, sedangkan pada titik yang lain dari 0,5 Ha sawah  memperoleh hasil sekitar 3 ton, dengan harga pasaran Rp. 4.100/ Kg, dari data yang diperoleh bisa ditarik kesimpulan bahwa panen padi masih dikategorikan berhasil. (Tim liputan BBPOPT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here