Jakarta, BeritaRayaOnline,-Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan respon cepat terhadap serangan hama tikus yang menyerang puluhan hektar pertanaman padi di Desa Cijulang, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Jajaran Kementan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis segera merespon permasalahan hama tikus yang dialami petani di desa tersebut.

Koordinator Kabupaten Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (Kortikab POPT) Kabupaten Ciamis telah bersama dengan para petugas lapangan setempat seperti POPT Kecamatan Cihaurbeuti, Penyuluh Pertanian Desa Cijulang, dan Kelompok Tani Mekar IV Desa Cijulang bersama-sama melakukan kegiatan gerakan pengendalian hama tikus di lahan pertanian setempat.

Petugas POPT Kecamatan Cihaurbeuti, Iis Mukhofilah, melaporkan bahwa kondisi pertanaman padi di lahan yang terserang tikus saat ini berada pada stadia vegetatif akhir dan generatif awal.

”Lokasi pertanaman padi yang terserang hama tikus musim tanam lalu, saat ini sudah ada pertanaman baru yang sudah masuk stadia vegetatif akhir dan generatif awal,” ungkap Iis.

Pernyataan Iis dibenarkan oleh Ketua Kelompok Tani Mekar IV, Syamsul Romli.

“Saat ini lokasi pertanaman padi di kelompok tani kami telah ditanami kembali (replanting) dengan kisaran umur tanaman padi 50-75 hari setelah tanam (hst). Untuk menghindarkan serangan hama tikus agar tidak menimbulkan kerusakan dan kerugian kembali maka kami berharap ada tindakan pengendalian hama tikus,” harap Syamsul.

Lebih lanjut dijelaskan oleh petugas POPT Kecamatan Cihaurbeuti, Iis, lahan pertanaman padi di Desa Cijulang seluas 124 ha saat ini telah ditanami padi varietas Ciherang dengan kisaran umur tanaman 75 hst.

“Terdapat sisa serangan hama tikus di lahan Kelompok Tani Mekar IV seluas 4 ha dengan intensitas serangan 7,4%, “ kata Iis

Menurut Iis mengendalikan hama tikus yang menyerang, telah dilakukan gerakan pengendalian (Gerdal) hama tikus di Desa Cijulang dan desa lainnya oleh para petani dengan didampingi para petugas lapangan.

Gerdal hama tikus disesuaikan dengan kondisi lapangan yang ada pertanaman dengan melakukan pengemposan liang-liang persembunyian hama tikus menggunakan Basmikus.

“ Disamping itu kami juga melakukan gerakan pengumpanan menggunakan umpan beracun (Rodentisida). Gerakan ini akan kita lakukan terus untuk mengawal pertanaman ini dari serangan hama tikus,”jelas Iis.

Dihubungi terpisah di Jakarta, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Edy Purnawan menyambut baik gerak cepat petugas lapangan dalam mengamankan pertanaman dari serangan tikus.

“Untuk mengatasi serangan hama tikus pada tanaman pangan, Kementan akan mengawal penuh berbagai upaya pengendaliannya. Bahan pengendali hama tikus saat ini tersedia cukup di Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) dan di Brigade Pengendalian OPT. Para petani dan petugas lapangan, POPT dan penyuluh pertanian untuk terus melakukan pengendalian hama tikus secara terpadu, serentak, bersama-sama pada areal yang luas, serta dilakukan secara berkelanjutan. Untuk bahan pengendali hama tikus akan kami kawal dan sediakan,” terang Edy.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi meminta petugas POPT dan petugas pendamping lapangan lainnya untuk terus mendampingi dan mengawal petani mengamankan produksi padinya sampai panen.

Serangan hama tikus yang terjadi harus segera dikendalikan agar tidak merusak dan menurunkan produksi padi.

“Untuk kebutuhan sarana pengendalian hama tikus Kementan siap membantu menyediakannya, misalnya pestisida, dan bimbingan teknis pengendalian OPT,”tegas Suwandi.

Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) produksi pangan khususnya padi harus terus dikawal dari berbagai gangguan seperti hama dan penyakit.

Untuk mengatasi serangan hama tikus, jajaran Kementan dari pusat sampai daerah harus terus aktif turun, mendampingi dan mengawal petani agar giat melakukan pengendalian hama tersebut sehingga tidak mengancam produksi pangan (sumber : beritarayaonline.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here