Pertanian dan sektor-sektor turunannya menjadi primadona di desa. Bahkan, di masa pandemi sekarang masyarakat masih bisa bersyukur roda ekonomi tetap terjaga. 

Potret ini terlihat di Dusun Ngrejo, Desa Kluwut Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang Jawa Timur. Gatot adalah peternak muda yang mengaku masih tetap bersyukur roda ekonominya tetap bergerak bagus.

Dirinya beternak sapi dan ayam petelur di dekat rumahnya. Gatot menegaskan peternakan masih diminati dan menggerakkan ekonomi desa, asalkan pelaku usahanya fokus dan totalitas.

“Mayoritas petani memiliki sapi, bervariasi dari 2 ekor hingga 10 ekor. Saya sementara ini memelihara 5 ekor sapi dan 700 ekor ayam petelur. Dibantu istri dalam mengelolanya. Air di sini sangat melimpah, hijauan juga melimpah, jerami padi dan pucuk daun tebu juga sangat disukai sapi. Intinya kalau sapi ini seperti menabung, dan momen menjualnya bisa saat hari raya kurban seperti sekarang ini. Setahun per ekor bisa untung Rp 6-7 juta,” jelasnya.

Kalau usaha ayam petelur, Gatot menuturkan bisa menambah penghasilan harian. “Harga telur ayam Rp 23 ribu hingga 24 ribu dan langsung  mengambil di kandang. Ini penting untuk memperoleh penghasilan harian,” tuturnya.

Diungkapkannya, tidak sulit membesarkan ayam petelur lantaran perawatannya sudah pakem, salah satunya dengan melakukan vaksin ND dan flu burung setiap dua bulan sekali. Begitu juga kebutuhan pakan ayam yang sekarang sedang stabil. “Pemasaran sejauh ini lancar. Bahkan pemerintah desa sering mengambil telur untuk paket bansos,” jelasnya.

Semangat dan optimisme dari peternak ini memang menjadi pemantik harapan perputaran roda ekonomi di desa ketika pandemi COVID 19.

“Desa Kluwut salah satu potensinya padi, ternak sapi, jagung dan tebu. Integrasi keempat potensi itu bisa menjadikan petani dan juga peternak bisa bertahan. Secara khusus bagi peternak, seperti Gatot, justru bisa bertahan dan bisa menjadi pola atau model pengembangan usaha di desa yakni ternak sapi dan ternak ayam petelur,” ungkap penyuluh pertanian Desa Kluwut, Paidi.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Wonosari, Agus Wahyudi menambahkan masyarakat yang tinggal di desa tidak perlu berkecil hati. Karena sampai sekarang, desa makin menarik untuk tempat investasi, khususnya di bidang pertanian dan peternakan.

“Banyak cerita sukses kita temui di desa dari para petani. Mereka pekerja keras, fokus dan total tidak setengah-setengah. Desa makin maju, petani makin besar penghasilannya dan ekonomi juga bertumbuh,” ungkap ketua Perhiptani Kabupaten Malang ini.

Memang, pandemi seperti belum berujung, namun roda ekonomi tetap berjalan. Fakta itu bisa dilihat di desa-desa, yang digerakkan oleh para petani para pemuda dan seluruh pelaku usaha sektor pertanian secara khusus.

“Beternak sapi dan ayam petelur dalam satu lokasi, dengan satu tekad berhasil bisa menjadikan seorang pemuda dan satu keluarga bertahan di saat pandemi covid-19,” tambahnya. Karena itu, sudah saatnya orientasi pembangunan di arahkan ke desa, ke sektor pertanian dan sektor peternakan (sumber : tabloidsinartani.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here