Pelaksanaan Gropyokan tikus pada prinsipnya bisa dilakukan dengan cara pembongkaran lubang aktif. Lubang aktif hanya terlibat sebagai bulatan berdiameter 6-8 cm, padahal didalam lubang tanah tersebut terdapat lorong yang panjang dengan percabangan dan ruangan membesar untuk melahirkan dan menepatkan anak-anaknya saat induk melahirkan.


Karena Lubang tikus memiliki 2-3 lubang masuk/untuk melarikan diri pada lubang aktif, maka pastikan lubang lainnya sudah tertutup terlebih dahulu sebelum pembongkaran lubang aktif. Sehingga saat tikus keluar dari lubang aktif langsung dapat diburu dan dibasmi secara langsung dengan cara dipukul menggunakan alat yang telah disiapkan.


Dengan adanya pengendalian hama tikus ini juga diharapkan akan menekan populasi tikus dimasa tanam mendatang, dengan asumsi terbunuhnya 2 ekor tikus akan menghilangkan 2000 ekor tikus dalam kurun waktu satu tahun kedepan, dengan perhitungan sepasang tikus beranak 8 – 12 ekor setiap bulan dan umur reproduksi tikus sangat singkat,tikus siap kawin setelah berusia 35 hari dengan masa bunting 21 hari dan akan kawin lagi 2 hari setelah melahirkan, karena itu populasi tikus sangat cepat sekali berkembang, sehingga diharapkan petani / kelompok tani kompak melakukan pengendalian hama tikus secara rutin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here