Guna mendorong percepatan olah tanah dan tanam untuk mengantisipasi kekeringan di waktu mendatang, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melakukan Gerakan Percepatan Olah Tanah dan Tanam (GPOTT) Padi di Kabupaten Bekasi. Kegiatan GPOTT dilakukan di Kelompok Tani Srirejeki dan Srikandi, Desa Kertasari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi pada Selasa 16 Juni 2020.

Kepala BBPOPT Enie Tauruslina di bawah Direktorat Jenderal Tanaman Pangan memberikan bantuan operasional kepada enam kecamatan di Kabupaten Bekasi. Hadir pula dalam acara tersebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Nani Suwarni beserta jajarannya, Kepala Bidang Tanaman Panfan Nayu Kulsum, Kepala Bidang Penyuluhan, Kabid TPK, Kabid Hortikultura, Kabid Peternakan, UPTD Penyuluhan, Kapolsek, Danramil dan Kepala Desa ecamatan Pebayuran.

Pada prinsipnya GPOT ini adalah mempercepat olah tanah pada lahan yang berpotensi untuk segera ditanami misalnya saja pada lahan yang biasanya dibiarkan bera, lahan yang baru selesai panen dan kondisi kelembaban dalam tanah cukup untuk pertumbuhan benih, lahan yang berada dekat dengan sumber air (sawah/lahan kering/lahan lainnya) yang dapat memperoleh pengairan dengan mengoptimalkan alsintan serta lahan yang telah menerima penyaluran bantuan saprodi namun belum dilakukan penanaman.

“Kegiatan ini harus dilaksanakan untuk antisipasi kekeringan sehingga olah tanah harus dilakukan di bulan Juni dan Juli. Bantuan operasional diberikan untuk enam kecamatan total 500 hektar yaitu Kecamatan Pebayuran seluas 100 ha, Kecamatan Cikarang Timur 100 ha, Kecamatan Cikarang Pusat 100 ha, Kecamatan Sukatani 75 ha, Kecamatan Cabangbungin 75 ha, dan Sukakarya 50 ha,” ungkap Enie.

Kabid Tanaman Pangan Nayu Kulsum menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk mendorong sekaligus memfasilitasi petani agar melakukan percepatan olah tanah dan tanam pada lahan-lahan yang sudah waktunya melakukan penanaman agar produksi padi terus terjaga kontinyuitasnya.

“Ada beberapa kecamatan yang menjadi target yang akan kami capai dalam GPOTT Kabupaten Bekasi misalnya Cikarang Timur 100 hektar, Cikarang Pusat 145 hektar, ukatani 24 hektar, Sukakarya 50 hektar, Pebayura 100 hektar, Muara Gembong 200 hektar sehingga jumlah 619 hektar menjadi target GPOTT dan kami tidak berhenti untuk terus mendorong petani tetap turun ke sawah untuk mengolah tanahnya untuk menanam padi,” tambahnya.

Ia berharap petani dapat mengoptimalkan bantuan tersebut untuk dapat meningkatkan hasil produksi padi di Kabupaten Bekasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here