Sistem push-pull adalahsistem intensifikasi lahan pertanian untuk meningkatkan produktivitas melalui eksploitasi ekologi kimiawi, agro-biodiversitas, interaksi tanaman dan serangga, dan proses ekologi melalui tanaman penyerta lainnya. Inovasi Polycropping ini secara holistik merupakan sistem pengelolaan hama terpadu, gulma, dan peningkatan kesuburan tanah melalui pengelolaan sumber daya alam secara efisien untuk memperbaiki produktivitas lahan pertanian (Cook et. al. 2007).

Sistem ini pertama kali dikembangkan oleh International Centre of Insect Physiology and Ecology (ICIPE). Sistem ini juga telah diterapkan oleh para petani di negara Afrika terutama untuk mengendalikan hama invasif Spodoptera frugiperda. Midega et.al (2017) menyatakan adopsi sistem push-pull oleh petani jagung di Afrika Timur berhasil menurunkan serangan ulat grayak S. frugiperda hingga 86.7%.  Selain itu, sistem ini juga meningkatkan hasil panen para petani di Afrika Timur dari 1 ton/ha menjadi 3.5 ton/ha.

push pull frugiperda
grafik push pull

“PUSH”.  Push pada prinsripnya adalah sistem pola tanam tumpang sari dengan tanaman yang dapat mengeluarkan senyawa kimia (volatile chemical) yang dapat menolak serangga hama dari tanaman utama. Tanaman yang digunakan sebagai tanaman penolak adalah tanaman leguminosa dari genus Desmodium spp. Desmodium ini ditanam di antara baris tanaman jagung. Tanaman leguminosa ini tumbuh rendah sehingga tidak mengganggu tanaman jagung di sekitarnya. Selain sebagai tanaman penolak, Desmodium juga memiliki banyak manfaat yaitu memelihara kestabilan tanah, meningkatkan kesuburan tanah melalui peningkatan bahan organic, memfiksasi nitrogen serta dapat dijadikan sebagai pakan ternak yang bernutrisi tinggi. Tanaman lainnya yang dapat digunakan sebagai tanaman penolak adalah rumput molasses atau Melinis minutiflora.

“PULL”. Pull merupakan kebalikan dari prinsip push yaitu menanam tanaman yang mengeluarkan senyawa kimia (volatile chemical) yang dapat menarik serangga hama untuk meletakkan telur. Tanaman penarik ini biasanya ditanam di pinggir lahan (border). Tanaman yang dapat digunakan sebagai tanaman penarik di antaranya rumput gajah (Pennisetum purpureum) dan rumput Brachiria (Brachiria sp). Rumput gajah memiliki cara yang pintar dalam mempertahankan diri dari serangan ulat, pada saat ulat memakan daunnya maka tanaman ini mengeluarkan cairan yang lengket sehingga ulat akan terperangkap dan kerusakan daun akan berkurang. Sementara itu, rumput Brachiria memiliki toleransi yang cukup tinggi terhadap kekeringan. Selain manfaatnya sebagai tanaman penarik serangga hama, rumput gajah dan rumput Brahiria juga dapat digunakan sebagai pakan ternak seperti halnya Desmodium. Sistem push-pull ini juga dapat menarik datangnya musuh alami seperti parasitoid dan predator. Dari pengujian lapang yang dilakukan, populasi parasitoid Cotesia sesamiae dan predator lebih tinggi pada plot push-pull dibandingkan dengan tanpa sistem push pull (Khan et. al. 2014).

Sistem push-pull telah menunjukkan banyak manfaat bagi petani jagung seperti mengendalikan hama, menekan perkembangan gulma, memperbaiki kesuburan tanah melalui tanaman Desmodium yang dapat memfiksasi nitrogen, serta meningkatkan bahan organik dan biota tanah. Dengan demikian sistem ini dipandang baik untuk diterapkan oleh petani atau kelompok tani yang ada Indonesia sebagai bagian dalam sistem pengendalian hama terpadu ulat grayak S. frugiperda. (Willing Bagariang, SP, M.Si )

Referensi

Cook, S.M., Khan, Z.R. & Pickett, J.A. (2007) The use of ‘push– pull’ strategies in integrated pest management. Annual Review of Entomology 52, 375–400.

Khan, Z.R., Midega, C.A.O., Pittchar, J.O., Murage, A.W., Birkett, M.A., Bruce, T.J.A. & Pickett, J.A. (2014). Achieving food security for one million sub-Saharan African poor through push–pull innovation by 2020. Philosophical Transactions of the Royal Society B. 369, 20120284.

Khan, Z.R., Pittchar, J.O., Midega, C.A.O. & Pickett, J.A. (2018). Push-pull farming system controls fall armyworm: lessons from Africa. Outlook on pest management, 220-224.

Midega, C.A.O., Pittchar, J.O., Pickett, J.A., Hailu, G.W. & Khan, Z.R. (2018). A climate-adapted push-pull system effectively controls fall armyworm, Spodoptera frugiperda (J E Smith), in maize in East Africa. Crop Protection 105, 10-15

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here